Kupu-Kupu Malam di Malam Ramadhan

Menyedihkan memang ketika harus menceritakan hal ini. Lebih menyedihkan dan juga miris rasanya ketika sebelum menapakkan kaki ke sebuah pondok pesantren di daerah Parung, aku harus menyaksikan fenomena yang tak lazim. Fenomena ini tak semestinya muncul di bulan suci Ramadhan. Benar-benar kaget bin tercengang ketika melihat kupu-kupu berkeliaran di bulan suci Ramadhan. Awalnya aku mengira kupu-kupu ini takkan muncul di bulan suci, namun perkiraanku salah. Jangankan di bulan suci, muncul di bulan biasa saja diharamkan.


Aku masih ingat sebagian wajah-wajah dari mereka. Ini dikarenakan aku yang beberapa kali melewati jalan itu sering memperhatikan wajahnya. Terutama wajah mereka yang berkosmetik tebal layaknya tembok yang tampak kian putih karena catnya yang tebal. Sebelum melewati mereka, dari awal aku berniat untuk mencari tempat shalat tarawih berjamaah. Hampir 1 jam di jalan, tak satupun kujumpai masjid atau musholla yang jamaahnya masih menunaikan sholat tarawih. Akhirnya aku meneruskan perjalananku hingga akhirnya melintasi sarang kupu-kupu ini.

Tak berlama-lama  di kawasan sarang kupu-kupu, aku pun bergegas meninggalkan kawasan hitam itu. Parah iya, ironis pun juga iya. Hanya beberapa meter saja setelah melewati sarang kupu-kupu itu, kujumpai ada sebuah pondok pesantren. Dindingnya berwarna hijau. Sedangkan gerbangnya tampak megah bila terlihat dari luar. Setelah minta izin dari petugas keamanan pondok pesantren, barulah aku segera mencari lokasi masjid khusus ikhwan (pria). Memang benar-benar luas pondok pesantren ini. Cerita ini pernah ku ceritakan di kisah sebelumnya di artikel “Tiba-Tiba Berkunjung ke Pondok Pesantren”.


Mungkin teman-teman tak menyangka bahwa di dekat pondok pesantren ini, hanya beberapa langkah atau meter saja terdapat sarang kupu-kupu. Mungkin teman-teman juga tak menyangka kupu-kupu ini muncul di bulan suci. Bahkan lebih tercengangnya lagi, mereka berani menampakkan dirinya sebelum jam 9 malam.  

Dari masa ke masa kawasan ini memang dikenal sebagai kawasan hitam. Kampung Jampang namanya. Meskipun banyak warga menolak kawasannya dianggap sebagai kampung kupu-kupu malam, namun hingga kini masih saja kupu-kupu malam berkeliaran menampakkan diri bahkan di bulan suci. Beberapa kali lewat tepat di depan mereka, mereka tak malu-malu melambai-lambaikan tangannya seperti para pedagang warteg di terminal yang pernah ku jumpai. Tak jauh beda, hanya barang yang dijajakannya saja yang berbeda.

Setiap kali melewati jalan ini, aku berpikir kasihan sekali nasib anak-anak kecil di kawasan ini. Sungguh bukanlah pemandangan yang baik, di usia mereka harus menyaksikan profesi kotor dari kupu-kupu malam. Pernah ku lewati kawasan hitam ini di atas jam 10 malam sebelum bulan Ramadhan. Makin banyak kupu-kupu yang tampak dengan dikerubungi para lelaki hidung belang. Bagi para pembaca tulisan ini, mohon dicatat bahwa apa yang kalian lihat jika suatu saat nanti melewati kawasan ini, para kupu-kupu malam ini dibekingi langsung oleh para preman.

Segeralah menjauh, jangan dekati mereka setebal apapun bedak, seruncing apapun alis dan semenyengat apapun parfum mereka. Gerak-gerik mereka dan kalian dipantau oleh para preman yang siap menjerat korbannya. Sudah banyak korban yang tertipu dengan rayuan para kupu-kupu ini. Dari masa ke masa, tak ada perubahan terhadap kawasan ini. Kepala daerah kawasan ini pun seakan-akan menutup mata. Semoga ada kepala pemerintah yang baru atau siapapun itu yang dapat memberantas kupu-kupu malam ini.


Mau terus dapat informasi terbaru dari aku ? Subscribe Blog Ini yahh.. :

10 Responses to "Kupu-Kupu Malam di Malam Ramadhan"