Aku Malu Dianggap Orang Baik

Di sore itu aku bertemu dengan seorang anak yang masih duduk di bangku SD kelas 6. Anak ini lucunya bukan main. Pertemuan awal kami tidak sengaja ketika aku bermain di sebuah lapangan bola dekat rumah. Di lapangan bola inilah aku sering diajak oleh anak-anak sekolah untuk main bola bersama. Dari kejauhan setiap kali bertemu dengan mereka, dari belakangku anak-anak sering memanggil : "mas Taran ayo main bola". Sedangkan anak SD yang baru ku kenal ini pernah bertanya di dalam masjid dekat tempat tinggal kami. Kebetulan saat itu sehabis sholat berjamaah di depan masjid, ia menghampiri dan duduk di sebelahku. Lalu, ia bertanya "eh mas kelas berapa?". Mendengar pertanyaan ini, aku hanya bisa tersenyum. Usiaku sudah setua ini, namun masih ada saja yang menganggapku masih sekolah.


Di sebelahku saat itu juga ada seorang temannya. Aku belum mengenal mereka saat itu. Anak SD yang lucu ini tiba-tiba saja berkata pada temannya yang kebetulan duduk di sebelahku : "dia mah gak pernah ngomongin gua, gak kaya loe". Dia baik orangnya. Aku kaget mendengar perkataan yang cukup kasar dari seorang anak-anak ini. Mungkin saking ia kesalnya pada temannya. Mendengar kritikan ini, temannya hanya diam saja. Syukurlah mereka masih berteman dan damai.

Pada pertemuan kami berikutnya, ia bercerita dengan berterus terang. "Saya suka sama mas. Mas orangnya tulus, baik. Lalu saya berkata padanya : "Mungkin aku baik di mata manusia, tapi belum tentu baik di mata Allah". Mendengar perkataanku, ia tersenyum. Sejujurnya dalam hati, aku tidaklah pantas menyandang predikat baik. Mungkin lebih tepatnya, belum baik. Bagiku menghargai orang adalah sebuah keharusan. Aku pun juga sadar, dalam diri ini tak luput dari hati yang ternodai.

Hingga kini, masih terus terulang tanya dalam hati ini. "Apa benar aku orang baik ?". Aku malu dianggap orang baik. Yang aku takutkan adalah aku baik di mata manusia, akan tetapi tidak baik di mataNya. Entah jadi apa rupaku, jika Ia menampakkan dosa-dosaku sebagai zat yang tampak di mata. Prinsip yang ku pegang selama bersosialisasi adalah menghargai mereka. Pada dasarnya manusia haus akan penghargaan. Aku punya perasaan, mereka juga punya. Orang lain pernah berbuat salah, aku pun juga sama. Jangan begitu mudah menyalahkan orang lain seakan-akan diri sendiri tidak pernah melakukan kesalahan.




Mau terus dapat informasi terbaru dari aku ? Subscribe Blog Ini yahh.. :

16 Responses to "Aku Malu Dianggap Orang Baik"

  1. Makasii ka, iput udah lucu dari lahir *eh.

    Oiyak kaka baik ko, kalo nggak baik di rumah sakit.

    *kaburrr

    ReplyDelete
  2. aku jadi malu deh...
    Allah memang maha baik.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Allah memang maha baik dan maha penyayang

      Delete
  3. Semoga kita tak lelah untuk terus memperbaiki diri. Aamiin

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya ka,, gak ada berhentinya kita untuk terus memperbaiki diri

      Delete
  4. Tidak usah malu, jadikan saja itu sebagai motivasi untuk selalu menjadi lebih baik, Mas.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amin.. smoga bisa jdi lebih baik lagi

      Delete
  5. Ketika menyadari adanya kesalahan, oranh pertama yang harus ditanya tentang kesalahan itu adalah diri sendiri. :-(

    ReplyDelete
  6. Iya yah, kita apa kabar di mata Allah?

    ReplyDelete
    Replies
    1. entah ka.. yg pasti diri ini sdah terlalu berat memikul dosa..

      Delete
  7. Keep hamasah kaaa, semoga kita semua menjadi pribadi yang lebih baik lagi dan lagi ^_^

    ReplyDelete