Liku Perjalanan Hari Ini

Nak bangun nak.. sholat shubuhlah dulu, terdengar suara Ibu membangunkanku. Terdengar jelas di telinga namun berat bagiku untuk melawan kantuk yang masih menghinggapi. Sesaat kemudian, aku pun bangun dan segera melaksanakan kewajibanku.


Entah jam berapa waktu itu. Aku yang masih mengantuk berat karena efek tidur tengah malam, mesti bergegas diri untuk kembali bekerja. Ini hari Senin, jalanan macet luar biasa, pikirku. Saat hari Senin tiba, biasanya aku berangkat jam 6 pagi. Namun hari ini karena badan masih belum fit karena efek semalam, maka ku putuskan aku kan berangkat pada sekitar jam 7-an.


Pagi-pagi aku sebelum berangkat, tak lupa ku menemui kucing kesayanganku, Chito. Ku beri ia makan sebelum aku berangkat kembali ke kota. Waktu terasa begitu cepat, jam dinding telah menunjukkan pukul 7 lewat. Aku pun mengeluarkan motor dan sampai di depan pagar, ku pandangi chito. Chito tahu kalau aku akan pergi jauh dan cukup lama bagi diriku untuk menemuinya.


Biasanya chito segera saat di depan pagar meskipun aku masih mengenakan helm. Kali ini chito lebih mengerti bahwa ia akan ditinggal pergi. Ku panggil dirinya pun ia masih tak menggerakkan langkahnya. Saat ku pastikan pada chito bahwa diriku sudah pamitan padanya, barulah hatiku mantap untuk pergi.


Aku bersama motorku melewati jalan seperti biasa, jalan yang menurut risetku jalan yang paling cepat untuk sampai tujuan dan lebih lengang dilalui. Saat bepergian dengan motor, aku biasa meletakkan ransel hitamku di pijakan motor. Namun kali ini ransel ku kenakan di punggungku, karena saat itu aku membawa gitar yang terbungkus dalam tasnya. Motor maticlah yang biasa ku kendarai. Motor matic memang motor yang paling asik dan tepat untuk melewati jalan yang padat dan untuk meringankan beban akan ransel dan barang bawaan.

Tiap kali berhenti saat lampu merah, aku selalu mengecek gitar dan memastikannya di posisi yang aman. Ku rapikan gitarku agar tak terjatuh saat aku melaju. Saat melaju aku selalu mengkhawatirkan kucing yang hendak menyebrang jalan. Saat di jalan pun aku juga berharap agar tak ada yang terluka saat ku melaju kencang.

Begitu banyak peristiwa yang ku alami tiap kali aku dalam perjalanan. Seperti pada hari ini yang ku alami di tempat dekat dengan tempat tinggalku. Baru hendak akan menyentuh jalan raya di dekat rumah, ku temukan kucing putih yang clingak-clingukan karena hendak menyebrang. Melihat hal itu, aku pun membunyikan klakson agar kendaraan-kendaraan di belakangku waspada dan tidak melukai kucing itu.


Memastikan kucing itu aman, meskipun aku tak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya, aku pun melanjutkan perjalananku kembali. Tiba di sebuah jalanan Depok, aku teringat akan hal yang masih teringat jelas akan peristiwa yang sempat membuatku merinding. Hingga kini tiap kali melewati jalan ini, badanku tiba-tiba bergidik. Saat itu jalan terlihat lebih gelap dari biasanya karena saat itu masih turun hujan rintik-rintik.








Bersambung...



Mau terus dapat informasi terbaru dari aku ? Subscribe Blog Ini yahh.. :

17 Responses to "Liku Perjalanan Hari Ini"

  1. Chito,
    Ka Ran penyayang...
    Sayang ma chito,

    ReplyDelete
  2. Mas tran, td pulang kerja aku liat kucing abis ketabrak, kejang2 dia, darah keluar... Ga brani nolong, hiks

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahhh ??? ya ampuunn... kasian bangettt.. :(

      Delete
  3. Replies
    1. tunggu di episode selanjutnya ka Lisa..

      Delete
  4. Di tunggu kelanjutannya kakak ran..

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya kak Irma.. ditunggu kelanjutannya ya..

      Delete
  5. Chito. Lucu sekali namanya Mas.
    Ada apa di jalan itu ya? Penasaran.

    ReplyDelete
    Replies
    1. tunggu kelanjutan ceritanya hari ini ya ka Na..

      Delete
  6. Kalau di Surabaya ada Mall namanya CITO (mirip chito). City of Tomorrow ... hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. wahh,, mas Heru suka ke mall.. wkwkwkw

      Delete