Mengenang Ikan Gapi-Gapi

Tak ingin melewatkan indahnya pagi, segera ku bergegas keluar mengencangkan tali sepatu. Terlihat dari pagar, ada beberapa kendaraan. Menginjak aspal jalan raya, barulah ku sadar hari Sabtu ini gak seperti biasanya.

Biasanya hari Sabtu jalan ini tak seramai ini. Namun aku masih merasa sangat bersyukur, walaupun tak seramai hari biasanya, di mana saat orang-orang beramai-ramai beraktifitas memadati jalan. Aku aja susah nyebrang, apalagi kucing. Terkadang aku merasa prihatin sama keselamatan kucing.

Pernah ku lihat seekor kucing menyebrang mondar-mandir. Ia menyebrang jalan raya ke arah sebuah pedagang yang sedang berdagang dengan gerobaknya. Setelah dari tempat itu, ia segera kembali lagi menyebrang. Aku yang saat itu sedang di atas motor, segera melambatkan laju motor dan menoleh ke belakang.

Rupanya kucing itu hamil, kemungkinan kucing itu kembali menengok anaknya yang lain yang berada di seberang jalan itu tadi. Kasihan sekali nasibmu kucing. Maafkan golongan kami ya mpuss. Pagi ini sepanjang jalan ku berjalan, belum ku jumpai satu pun kucing. Ada apa ini ? Keberadaan dan kehidupan para kucing-kucing ini benar-benar terancam.



Sambil memikirkan seekor kucing di depanku tak sengaja ku temukan sebuah got. Got lebih akrab dalam keseharian kehidupan kami saat masih ingusan. Ada yang lebih suka menyebutnya dengan selokan, ada juga istilah kalen dan masih banyak lagi. Got menjadi tempat bermainku dulu bersama saudara-saudara dan teman-temanku. Di dalamnya aku biasa mencari ikan, ikan gapi-gapi namanya.


Entah apa yang ku rasakan saat itu. Kami nyebur ke dalam got satu per satu. Tak ada perasaan takut di antara kami, jika ada binatang seperti ular atau binatang lainnya. Saat ada yang teriak minta tolong maka beberapa di antara kami segera mengulurkan tangan untuk membantunya. Ada beberapa teman kami yang menunggu di atas got. Sedangkan beberapa di antaranya masuk ke dalam got. Tak jarang juga kami terjun semuanya.

Dari rumah, biasanya kami membawa gelas bekas aqua. Kalau masih belum dapat, maka kami mencari kantong plastik bekas ciki. Ciki adalah makanan snack seperti taro, chitos dan sebagainya. Memasuki got, kami tangkap ikan gapi-gapi kemudian kami masukkan ke dalam wadah yang telah kami siapkan. Saat itu got terasa sangat besar bagiku. Namun hari ini di saat usiaku sudah terlalu tua mengenang hal itu, got-got ini tak lagi besar. Padahal got yang ku temui saat ini lebih besar dibandingkan got tempat kami mencari ikan gapi-gapi.

Di sebuah perumahan bernama Perumahan Kemang Prama, tempat kami mengumpulkan ikan gapi-gapi. Bersama teman-teman kami bernyanyi bersama di sepanjang jalan dengan penuh ceria dan penuh kebebasan.

Indah sekali di masa-masa itu. Ingin sekali ku mengulang lagi masa-masa indah dan ceria seperti masa kanakku dulu. Kini semua telah menjadi kenangan. Satu per satu sahabatku pergi dan entah di mana kini. Jika ku bertemu dengan teman-temanku ini, akan ku ajak lagi mereka mencari ikan gapi-gapi, seperti ia yang selalu mengajakku mencari ikan gapi-gapi.


Mau terus dapat informasi terbaru dari aku ? Subscribe Blog Ini yahh.. :

10 Responses to "Mengenang Ikan Gapi-Gapi"

  1. Replies
    1. wkwkwkw.. cerita lucunya kk Wid mana :P

      Delete
  2. Si kaka Ran mengenang masa
    Masa indah dulu bersama rakan
    Masih jelas dalam ingatan
    Persahabatan
    Kenangan

    :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. seru banget de masa-masa dulu .. hehe

      Delete
  3. Si kaka Ran mengenang masa
    Masa indah dulu bersama rakan
    Masih jelas dalam ingatan
    Persahabatan
    Kenangan

    :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahhaa,, kenangan yg indah di masa2 dulu..

      Delete
  4. Sekalian mancing aja, mas tran. Ajak teman-teman di ODOP.

    ReplyDelete
  5. Waahhh... Mas tran kliatan bgt sih pecinta kucing ya, hhii

    ReplyDelete