Perjalanan yang Wow ke Kota Kembang (Bagian 2)

Kali ini masih ku lanjutkan artikel yang pernah ku tulis sebelumnya di “Perjalanan yang Wow ke Kota Kembang. Saat itu kami terjebak dalam kemacetan. Jangankan mobil, motor-motor pun tak mampu menerobos kemacetan. Yahh,, kena macet deh, kataku saat di dalam kendaraan. Sambil meminta bantuan kepada google maps dan waze, kami berusaha menemukan arah-arah yang tepat menuju lokasi yang kami tuju.

Tak kurang dari 1 jam kami berputar-putar dengan kecepatan yang sangat lambat. Lebih cepat jalan kaki saat itu. Seandainya saat itu aku bawa sepeda, aku lebih baik turun ke jalan dan menaiki sepeda. Dalam kemacetan itu juga, aku merasakan kebelet sampai perut rasanya muter-muter gak karuan. Kemudian aku berpesan kepada Ayah untuk berhenti sejenak ke SPBU terdekat. Sambil jalan, sambil nengok ke kanan kiri jalan untuk menemukan SPBU. Terlihat SPBU di jalan itu namun posisinya ada di seberang kami. Kemudian kami jalan lagi beberapa meter dengan kecepatan yang begitu pelan. Akhirnya kami menemukan sebuah SPBU. Betapa bahagianya perasaanku bisa menemui toilet saat itu.

Di balik nyerinya menahan rasa itu, ada hikmahnya juga. Aku merasakan nikmatnya dan betapa bahagianya saat bertemu dengan toilet. Benar-benar plong rasanya. Semua beban rasanya bisa lepas seketika. Kemudian kami pun melanjutkan perjalanan lagi. Sebelum berangkat kami sempat menanyakan alamat yang kami tuju yaitu daerah Ujung Berung. Lokasi tepatnya berada di belakang sebuah Polres.



Entah sudah berapa orang kami tanyai. Aku yang kebetulan mendapat bertugas sebagai penanya jalan. Jadi setiap mulai bingung dan membutuhkan petunjuk jalan, aku turun dan bertanya kepada orang yang paling dekat. Mendekati ujung jalan, kondisi jalan makin macet. Ternyata kemacetan yang panjang ini diakibatkan karena adanya acara wisuda sebuah universitas swasta. Universitas ini berlokasi di tepat persimpangan kawasan padat di daerah Cibiru Bandung. Banyak mobil-mobil dan kendaraan lainnya memenuhi jalan itu. Pantas saja macetnya gak ketulungan, kataku.

Aku lupa nama kampus yang terletak di perempatan jalan itu. Lega juga rasanya bisa melewati titik kemacetan itu. Kemudian kami jalan lagi dan bertanya lagi kepada orang yang kebetulan berpapasan dengan kami. Ia berkata bahwa lokasi sudah dekat. Kami pun jalan melewati jalan yang begitu terasa asing bagi kami. Sesaat kemudian sebuah Polres terlihat. Benar itu lokasinya. Kami pun masuk gang. Ayah yang menyetir kendaraan, lupa-lupa ingat ternyata. Dekat dengan tempat yang kami tuju, ayah pun menelepon. Wah dekat banget ternyata. Kami pun jalan kaki menuju ke lokasi. Akhirnya kami tiba di lokasi yang kami tuju.

Berkumpullah kami dalam keluarga besar yang terdiri dari berbagai suku dan kalangan. Kami berbaur dalam tawa ceria. Sama seperti arisan biasanya, suasana ramai dan penuh canda tawa. Ada juga diskusi dalam arisan keluarga ini. Tak lama di sana, gak sampai 1 jam kami pun pamitan pulang.
Baru sampai di jalan kami bertemu lagi dengan hal yang tak aneh namun menjadi sosok yang menguji kesabaran yaitu kemacetan. Kami pun tak ingin melewati jalan yang sama. Kami mengambil jalan yang berbeda dengan segera mengambil jalan ke tol. Beberapa saat kemudian kami akhirnya menemukan plang jalan tol.

Yeayy, senangnya dalam hati. Lebih senang lagi saat menemukan banyaknya burung bangau beterbangan di sebuah sawah yang terletak di pinggir tol. Ini luar biasa lhoh, masih ada kawanan burung bangau yang tersisa di kawasan sepadat kota Bandung. Semoga populasi bangau yang hampir punah di kota ini bisa tetap lestari. Kelihatan gak bangaunya dari gambar di bawah ini ? 



Sambil menuju perjalanan pulang aku bertanya kepada ayah. Ayah, alhamdulillah ya yah, ayah masih fit bisa sejauh ini sampai ke Bandung, kataku. Kita jalan ini lebih dari 5 jam ya yah, tambahku lagi. Ayah menjawab, ya alhamdulillah.. ini juga karena ayah suka olahraga. Kalau gak rutin olahraga, wahh badan gak karuan rasanya juga gak bisa sampai ke sini lah ran, kata ayah. Padahal usia ayah sudah lebih dari 70 tahun, tapi masih bisa menyetir sejauh ini. Wah, ini pola hidup yang mesti jadi kebiasaan ini, pikirku. 

Mulai saat ini aku akan rutin olahraga. Ini akan menjadi habit positif bagiku. Mudah-mudahan teman juga rutin olahraga agar tetap fit dalam situasi apapun. Sebelum jam 3 dari kota Bandung, kami akhirnya tiba di rumah sekitar jam 10 lewat. Hah, bisa selama ini, kataku. Ayah menyetir dari kota Bandung sampai di tempat kami di Cibinong, Bogor menempuh waktu perjalanan selama lebih dari 7 jam. Padahal kami melewati jalan tol dari kota kembang ini. Namun kemacetan yang paling panjang terjadi saat kami mulai memasuki kawasan Cikarang. 

Cukup ini yang terakhir kalinya ayah menyetir sejauh ini. Besok-besok kalau ada arisan keluarga yang jauh, kami cukup titip transfer saja. Akhirnya kami sampai di rumah dan bisa melepaskan lelah setelah menempuh perjalanan selama tak kurang dari 12 jam di hari itu. 

Mau terus dapat informasi terbaru dari aku ? Subscribe Blog Ini yahh.. :

6 Responses to "Perjalanan yang Wow ke Kota Kembang (Bagian 2)"

  1. Mas tran ni lucu juga ya, naik kaki

    ReplyDelete
    Replies
    1. sdah direvisi kak Wid.. hihihi :D

      Delete
  2. Kurang jelas Mas tran burung bangaunyaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. hihi,, lain kali aku zoom dehh pas ngambil photonya :D

      Delete
  3. Replies
    1. simak cerita sebelumnya di sini ya kak Lisa

      http://inspirasidihati.blogspot.co.id/2016/10/perjalanan-yang-wow-ke-kota-kembang.html

      Delete